BOJONEGORO, Projatim.id – Gerakan kemandirian ekonomi kader kembali diperlihatkan oleh Gerakan Pemuda Ansor melalui langkah konkret di bidang ketahanan pangan. Di Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, inisiatif Budidaya Lele Ansor yang diinisiasi Sahabat Musa bersama jajaran Pengurus PAC Kepohbaru berkembang menjadi gerakan produktif yang berdampak langsung bagi kader dan masyarakat sekitar.
Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan kader GP Ansor dalam memperkuat ketahanan pangan di berbagai daerah. Budidaya lele yang dijalankan di Kepohbaru bukan hanya sebatas aktivitas ekonomi biasa, melainkan dirancang sebagai strategi memperkokoh fondasi ekonomi kader berbasis potensi lokal.
Ketua PC Bojonegoro, M. Nur Wahyudi, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk nyata keseriusan Ansor dalam membangun kemandirian ekonomi di tingkat akar rumput. Ia menilai kegiatan ini tidak berhenti pada aspek produksi, tetapi juga membangun mental kewirausahaan kader.
“ini Langkah konkret kader Ansor dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal dan juga bagian dari gerakan pemberdayaan kader agar memiliki daya saing dan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar,” terangnya singkatnya.
Sahabat Musa selaku Pengurus PAC Kepohbaru menjelaskan bahwa program ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus sarana pemberdayaan bagi kader muda. Melalui pola kerja kolektif dan semangat gotong royong, budidaya lele diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus memberi kontribusi terhadap program ketahanan pangan nasional.
“Kita Budidaya Lele tidak hanya fokus pada penguatan ketahanan pangan internal kader, tetapi juga telah berkembang menjadi bagian dari rantai distribusi pangan yang lebih luas. Program ini tercatat sudah menjadi suplier di SPPG area timur Kabupaten Bojonegoro, menunjukkan bahwa hasil budidaya yang dikelola kader Ansor mampu memenuhi standar kebutuhan pasar secara konsisten,” terang Musa.
Dari tingkat wilayah, dukungan penuh juga disampaikan Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musyafa’ Syafril, S.H., M.H. Ia menekankan bahwa gerakan ketahanan pangan harus dimulai dari bawah dan dikelola secara berkelanjutan agar memberikan dampak jangka panjang. Menurutnya, Budidaya Lele Ansor PAC Kepohbaru layak menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain.
“Program seperti ini menunjukkan bahwa Ansor tidak hanya bergerak di bidang kaderisasi dan penguatan ideologi, tetapi juga hadir dalam sektor ekonomi dan ketahanan pangan,” ujarnya.
Pandangan serupa diungkapkan H. Deny Prasetya selaku Satgas Ketahanan Pangan Ansor Jatim. Ia menilai sektor budidaya lele memiliki peluang besar karena permintaan pasar yang relatif stabil dan sistem pengelolaannya yang sederhana namun efisien.
Dengan sinergi dari tingkat PAC hingga PW, Budidaya Lele Ansor Kepohbaru kini tidak hanya menjadi simbol gerakan ekonomi kader, tetapi juga representasi nyata kontribusi Ansor dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas di tingkat desa.





