Kabarjatim.id | Kota Malang – Mantan Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang tiga periode 2009–2024, Sofyan Edi Jarwoko, memberikan sejumlah pesan strategis kepada jajaran pengurus baru DPD Partai Golkar Kota Malang periode 2025–2030 di bawah kepemimpinan Djoko Prihatin.
Pesan tersebut disampaikan saat Safari Ramadan yang dilakukan Djoko Prihatin bersama jajaran pengurus harian dengan menyambangi kediaman Sofyan Edi Jarwoko di Sukun, Kota Malang.
Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan itu, Sofyan Edi menekankan pentingnya menjaga keutuhan dan kekompakan internal partai di tengah dinamika politik Kota Malang yang dinilai cukup tinggi.
Menurutnya, soliditas menjadi kunci utama agar kepengurusan yang baru dapat menjalankan tugas secara optimal.
“Sekarang tinggal kerja untuk melaksanakan tugas sebagai pengurus di DPD Golkar Kota Malang. Jaga keutuhan dan kekompakan. Dinamika di Malang memang tinggi, oleh karena itu ketua harus bisa merangkul semuanya untuk kebaikan dan kebesaran Golkar,” ujarnya.
Mantan Wakil Wali Kota Malang periode 2018–2023 itu juga menegaskan bahwa dengan telah terbitnya Surat Keputusan (SK) kepengurusan dan dilaksanakannya pelantikan, maka secara organisasi kepengurusan DPD Partai Golkar Kota Malang sudah sah dan final.
Sofyan menyebut legalitas tersebut merupakan bentuk persetujuan dari DPD Partai Golkar Provinsi hingga Dewan Pimpinan Pusat. Karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk memberikan dukungan penuh kepada kepengurusan yang baru.
“Kalau kita cinta Golkar, berikan kesempatan mereka bekerja dan berikan waktu untuk memberikan yang terbaik, melakukan konsolidasi, kaderisasi, dan program-program lainnya,” katanya.
Lebih lanjut, Sofyan Edi mendorong agar pengurus Golkar mampu menghadirkan kerja nyata yang dirasakan masyarakat. Peran politik melalui DPRD maupun kegiatan sosial kemasyarakatan harus dimaksimalkan untuk memberikan manfaat langsung.
Ia juga mengingatkan pentingnya kemampuan membaca aspirasi publik. “Pandai-pandailah membaca apa yang dimaui masyarakat. Jangan jauh dari masyarakat. Menyatu bersama masyarakat yang ada di Malang,” tuturnya.
Menurutnya, berbagai persoalan di Kota Malang membutuhkan perhatian dan solusi konkret dari seluruh elemen, termasuk partai politik.
Ia optimistis, jika Golkar mampu menunjukkan kontribusi nyata, kepercayaan publik akan tumbuh dan berdampak positif pada perolehan suara di pemilu mendatang.
Tak kalah penting, Sofyan Edi menyoroti dominasi pemilih muda pada kontestasi politik ke depan. Ia meminta pengurus baru menyusun program yang relevan bagi kalangan milenial dan generasi muda.
“Pemilih ke depan ini banyak kalangan muda. Program-program untuk anak muda harus disusun sebaik mungkin. Jangan sampai mereka tidak dekat dengan kita atau tidak terwadahi,” pungkasnya.
Sementara itu, Djoko Prihatin menyambut baik berbagai pesan dan arahan dari seniornya tersebut.
Ia menegaskan bahwa kepengurusan periode 2025–2030 berkomitmen menjadikan soliditas internal sebagai fondasi utama sebelum melangkah lebih jauh.
“Kami sangat menghormati dan berterima kasih atas nasihat dari Pak Sofyan Edi. Beliau telah membesarkan Golkar Kota Malang. Tentu pengalaman dan keteladanan beliau menjadi rujukan bagi kami dalam menjalankan roda organisasi ke depan,” ujar Djoko.
Djoko menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan fokus pada konsolidasi hingga tingkat kelurahan serta memperkuat kaderisasi untuk menghadapi dinamika politik yang semakin kompetitif.
“Kami ingin memastikan seluruh struktur bergerak bersama. Tidak ada sekat. Golkar harus hadir dengan program yang nyata, menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda. Kami akan merancang agenda kreatif, pelatihan kepemudaan, serta forum aspirasi yang lebih terbuka,” tegasnya.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Malang itu juga menekankan bahwa Golkar Kota Malang akan mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan berbagai elemen masyarakat.
“Ke depan, Golkar tidak hanya berbicara politik elektoral, tetapi juga pengabdian. Kami ingin menjadi bagian dari solusi atas persoalan-persoalan di Kota Malang. Itu komitmen kami,” pungkas Djoko.





