PASURUAN, Projatim.id -Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lapak penjualan ternak.

Seperti yang dilakukan di dua lapak penjualan hewan kurban di wilayah Kecamatan Pohjentrek, Rabu (20/5/2026), para dokter hewan bersama petugas peternakan melaksanakan pemeriksaan ante mortem atau pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengecek kondisi fisik luar hewan mulai dari mata, hidung, mulut, bulu, kulit, hingga suhu tubuh. Selain itu, petugas juga memastikan hewan dapat berdiri dan berjalan normal.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kabupaten Pasuruan, Muhammad Syaifi mengatakan pemeriksaan ante mortem sangat penting dilakukan guna memastikan hewan terbebas dari penyakit menular dan layak dijadikan hewan kurban.

“Penyakit ternak masih ada seperti penyakit mulut dan kuku yang masih harus kita waspadai dan penyakit menular lainnya. Selain itu, kelayakan ternak untuk bisa digunakan sebagai hewan kurban atau tidak harus diperhatikan, dilihat poel tidaknya dan lainnya,” jelasnya.

Untuk mendukung pemeriksaan tersebut, para petugas dibekali alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan, apron dan perlengkapan lainnya.

Menurut Syaifi, DKP3 telah membentuk Tim Pengawas Hewan Kurban yang terdiri dari 100 petugas dan disebar di 24 kecamatan di Kabupaten Pasuruan selama pelaksanaan pemeriksaan ante mortem hingga post mortem pada H+3 Iduladha.

“Jadi kami bentuk Tim Pengawas Hewan Qurban ada 100 orang yang kita sebar di 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan selama pemeriksaan hewan qurban,” imbuhnya.

Dari hasil pemeriksaan di dua lapak tersebut, seluruh ternak dinyatakan sehat dan layak dijadikan hewan kurban. Petugas pun memberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) kepada pemilik lapak sebagai bukti kelayakan ternak.

“Setelah kita periksa bersama, di lapak pertama ada 10 ekor sapi dan 28 ekor kambing. Sudah diperiksa dokter hewan dan petugas dengan hasil semuanya sehat dan kami berikan surat keterangan kesehatan hewan,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang pemilik lapak hewan kurban, Irfan mengaku menyediakan 10 ekor sapi dan 80 ekor kambing untuk kebutuhan kurban tahun ini.

Dari jumlah tersebut, sekitar separuh hewan telah terjual dengan kisaran harga Rp2,5 juta hingga Rp4,5 juta untuk kambing dan mulai Rp20 juta untuk sapi bali.

“Sudah laku separuh dengan harga mulai dari 2,5 juta sampai 4,5 juta untuk kambing dan 20 juta an ke atas untuk sapi bali,” terangnya.