PASURUAN, Projatim.id  — Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mematangkan rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru di Kecamatan Purwodadi. Upaya tersebut dibahas dalam rapat bersama di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (20/5), terkait pengajuan pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur.

Rapat itu dihadiri pejabat dari Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kemendagri, Bappenas, serta direksi PT SMI. Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo hadir langsung memaparkan urgensi pembangunan rumah sakit agar segera direalisasikan.

Wilayah selatan Kabupaten Pasuruan yang mencakup 10 kecamatan dengan jumlah penduduk lebih dari 502 ribu jiwa selama ini dinilai masih kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan rujukan karena lokasi RSUD terdekat berada di Kecamatan Bangil dan Kecamatan Grati.

“Selama ini, masyarakat di sana kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan rujukan yang cepat karena jarak yang cukup jauh ke RSUD Bangil maupun RSUD Grati,” tegas Bupati Rusdi dalam paparannya.

RSUD baru tersebut direncanakan dibangun di dekat Exit Tol Purwodadi agar mudah dijangkau masyarakat sekaligus mempercepat penanganan kondisi darurat, termasuk kecelakaan di jalan tol maupun jalan umum.

Selain itu, rumah sakit ini juga diproyeksikan menjadi pusat rujukan kebencanaan untuk kawasan Gunung Bromo, Arjuno, dan Kawi.

“Kami juga merencanakan fasilitas helipad di rumah sakit ini untuk evakuasi medis lewat udara, baik bagi warga maupun wisatawan yang membutuhkan pertolongan darurat di kawasan pegunungan,” jelas Mas Rusdi.

Dalam paparannya, Rusdi menjelaskan dana pinjaman nantinya digunakan untuk pembangunan gedung dan pengadaan alat kesehatan dengan tenor pinjaman selama 10 tahun menggunakan skema khusus karena melewati masa jabatan kepala daerah.

“Ruang fiskal APBD kita memang sedang ketat. Sebagian besar anggaran sudah terserap untuk gaji pegawai PPPK dan program BPJS, ditambah penerimaan dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau yang terus menurun. Maka pinjaman ini menjadi solusi terbaik agar pembangunan rumah sakit tetap bisa berjalan,” jelas Mas Rusdi.