MALANG, Projatim.id -siang hari KSM-T Unisma kelompok 6 mengadakan demo pembuatan briket dari limbah bongkol jagung dengan mengusung tema Zeroes (pemanfaatan bahan tanpa membuang limbahnya), pada Minggu (31/08/25).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para warga Nongkosongo dan berlangsung di lapangan kavling Dusun Nongkosongo.
Kelompok yang diketuai oleh Bagus Kusuma ini membawa inovasi baru dalam pemanfaatan limbah bonggol jagung yang banyak terbuang di daerah Tumpang, khususnya Nongkosongo.
Inovasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi UMKM di desa yang termasuk desa wisata tersebut, mengingat produk briket memiliki potensi jual yang tinggi jika dipasarkan melalui marketplace dan strategi pemasaran yang tepat.
Para mahasiswa juga mendampingi masyarakat dalam memperluas pemasaran agar warga memiliki pandangan lebih luas mengenai daya jual produk ini.
Bagus Kusuma, selaku ketua kelompok sekaligus pembuat produk, menyampaikan:
“Disini saya mengambil proker pengolahan limbah jagung menjadi briket dikarenakan lingkungan desa Wringinsongo bongkol jagung tersebut kebanyakan tidak dipergunakan, disini saya ingin membuat inovasi baru terhadap bisnis dan pengolahan limbah bongkol jagung,” jelasnya.
Salah satu warga yang menghadiri demo siang itu turut memberikan apresiasi:
“Produknya sangat bermanfaat mas, apalagi di desa kita limbah bongkol jagung memang banyak sekali. Kalau bisa dimanfaatkan jadi briket seperti ini tentu membantu mengurangi sampah sekaligus bisa jadi peluang usaha.”, ucapnya.
Sementara itu, Pak Rambat selaku RW 7 juga memberikan harapan terhadap keberlanjutan produk tersebut:
“Harapannya ke depan bisa terus dikembangkan dan ada pendampingan lagi agar warga bisa memproduksi secara mandiri.” ‎terangnya.





