PASURUAN, Projatim.id -Pondok Pesantren Al-Yasini, Kabupaten Pasuruan, menjadi titik temu ratusan kyai, alim ulama, dan cendekiawan muslim dari seluruh penjuru Nusantara dalam acara bergengsi Halaqoh Kyai dan Alim Ulama Nusantara, Selasa (15/7). Momen penuh hikmah ini juga dihadiri oleh tokoh perempuan nasional, Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag, anggota DPR RI Fraksi PKB, yang hadir memberikan pandangan mendalam mengenai peran sentral ulama dalam membimbing arah perjalanan bangsa.

Dalam sambutannya, Dra.Hj. Anisah Syakur, M.Ag menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya halaqoh ini, yang ia sebut sebagai ruang strategis konsolidasi keulamaan untuk menjawab tantangan zaman.

“Halaqoh ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi momentum penting menyatukan pemikiran dan energi spiritual ulama untuk memastikan bangsa ini tidak kehilangan arah dan akhlaknya di tengah arus zaman yang cepat berubah,” tegasnya.

Anisah menyoroti pentingnya peran ulama dalam menjaga moderasi Islam serta menjadi penjaga nilai-nilai kebangsaan di era digital yang kerap menggoda umat pada polarisasi dan disinformasi. Ia pun mengajak pesantren untuk terus menjadi pusat lahirnya kader-kader pemimpin yang berakhlak, memiliki wawasan kebangsaan, dan loyal terhadap nilai keadilan sosial.

“Pesantren dan para ulama harus terus menjadi mata air peradaban. Di sinilah pusat karakter, integritas, dan kepemimpinan bangsa ditempa,” tambahnya.

Kehadiran Anisah Syakur pun disambut hangat dan menginspirasi para peserta halaqoh. Diskusi yang berkembang mengangkat berbagai isu aktual, mulai dari penguatan peran ulama dalam moderasi beragama, revitalisasi pesantren, hingga pentingnya kontribusi keulamaan dalam menjaga stabilitas menjelang tahun politik 2029.

Anisah juga menekankan perlunya sinergi antara kekuatan moral-spiritual para ulama dengan kebijakan politik yang berpihak pada umat.

“Jika kekuatan spiritual ulama bertemu dengan kekuatan politik yang amanah, maka Indonesia akan semakin kokoh dalam menghadapi tantangan global,” ujarnya menutup sambutan.

Acara halaqoh diakhiri dengan doa bersama dan tekad bulat untuk terus menguatkan peran ulama sebagai penjaga moral, penerang zaman, dan penuntun umat menuju masa depan yang lebih adil, damai, dan bermartabat.