PASURUAN, Projatim.id — Prestasi akademik dan nonakademik terus ditorehkan oleh pelajar asal Kabupaten Pasuruan. Salah satunya datang dari Shovi Akbar Maulana, siswa MAN 1 Pasuruan yang dikenal aktif dan berprestasi di bidang debat. Dengan segudang pengalaman organisasi dan kepemimpinan, Shovi kini memantapkan langkah untuk melanjutkan pendidikan ke jurusan Hubungan Internasional Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Sejak duduk di bangku madrasah aliyah, Shovi Akbar Maulana menunjukkan ketertarikan kuat pada dunia diskusi, argumentasi, dan isu-isu global. Bidang debat menjadi ruang utama baginya untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, analitis, serta keberanian menyampaikan gagasan di ruang publik. Menurut Shovi, debat bukan sekadar adu argumen, melainkan proses pembelajaran yang membentuk cara pandangnya.
“Debat mengajarkan saya untuk berpikir kritis, menghargai perbedaan pendapat, dan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab. Dari situ ketertarikan saya pada isu-isu global semakin tumbuh,” ujarnya.
Tak hanya unggul secara individu, Shovi juga dikenal sebagai pelajar yang aktif berorganisasi. Ia tercatat pernah dan masih aktif di sejumlah organisasi pelajar dan kepemudaan. Di lingkungan keagamaan dan pelajar Nahdlatul Ulama, Shovi aktif di PR IPNU Wonokoyo dan PAC IPNU Wonokoyo. Melalui IPNU, ia belajar tentang kepemimpinan, kerja kolektif, serta tanggung jawab sosial sebagai pelajar yang berakar pada nilai keislaman dan kebangsaan. “Berorganisasi membuat saya belajar bekerja bersama, mengelola perbedaan, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai pelajar,” tuturnya.
Di luar itu, Akbar juga terlibat dalam Komunitas Suara Generasi Muda, sebuah wadah yang mempertemukan anak-anak muda dengan minat pada isu sosial, demokrasi, dan penguatan peran generasi muda di ruang publik. Aktivitas ini semakin memperkaya wawasannya terhadap persoalan masyarakat, kebijakan publik, serta dinamika global yang saling terhubung. Ia menilai ruang-ruang diskusi tersebut penting untuk membangun kesadaran generasi muda.
“Anak muda harus berani bersuara, tetapi juga memahami substansi persoalan yang dibahas,” katanya.
Di lingkungan sekolah, Shovi aktif di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MAN 1 Pasuruan. Keterlibatannya di OSIS memberinya pengalaman langsung dalam mengelola program, berkomunikasi dengan berbagai pihak, serta menjadi penghubung aspirasi siswa. Peran tersebut sekaligus melatih kemampuannya dalam diplomasi internal. “OSIS melatih saya untuk berkomunikasi dan menyatukan berbagai kepentingan, pengalaman ini sangat berharga bagi cita-cita saya di bidang hubungan internasional,” ungkap Shovi.
Tak kalah penting, Akbar juga aktif di Komunitas Literasi. Minatnya pada membaca, menulis, dan diskusi kritis menjadikan literasi sebagai fondasi utama dalam pengembangan kapasitas intelektualnya. Melalui komunitas ini, ia terbiasa mengkaji isu-isu global, politik internasional, serta dinamika hubungan antarnegara.
“Literasi membantu saya memahami persoalan global secara lebih mendalam, tidak hanya dari satu sudut pandang,” ujarnya.
Keinginannya untuk masuk jurusan Hubungan Internasional Unesa bukanlah keputusan yang datang secara tiba-tiba. Ketertarikannya pada diplomasi, hubungan antarbangsa, dan peran Indonesia di kancah global tumbuh seiring dengan aktivitas debat dan organisasi yang dijalaninya. Ia melihat pendidikan hubungan internasional sebagai ruang strategis untuk mengembangkan kemampuan analisis global sekaligus berkontribusi bagi bangsa.
“Saya ingin belajar diplomasi dan memahami posisi Indonesia di dunia internasional agar ke depan bisa memberi kontribusi nyata,” katanya.
Dengan rekam jejak prestasi, keaktifan organisasi, serta konsistensi minat pada isu global, Shovi Akbar Maulana menjadi representasi pelajar muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara sosial dan kepemimpinan. MAN 1 Pasuruan pun patut berbangga memiliki siswa yang mampu membawa nama baik madrasah melalui prestasi dan kiprah positif di berbagai ruang.
Langkah Shovi menuju Hubungan Internasional Unesa menjadi harapan sekaligus inspirasi bagi pelajar lain di Pasuruan. “Saya berharap apa yang saya jalani bisa memotivasi pelajar lain untuk terus belajar, aktif, dan berani bermimpi besar,” pungkasnya.
