MALANG, Projatim.id – Sebagai bagian dari komitmen memperkuat kedaulatan dan ketahanan pangan di tingkat daerah, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur menyalurkan bantuan benih padi varietas Inpari-32 Patriot Ketahanan Pangan kepada petani di Kabupaten Malang. Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Tumpang. Penyerahan secara simbolis dilakukan pada Senin (25/08/2025) di Kantor BPP Kecamatan Tumpang, Malang, dengan jumlah total distribusi mencapai 150 ton benih.

Varietas Inpari-32 dikenal sebagai salah satu benih unggul dengan ketahanan tinggi terhadap hama dan produktivitas yang baik, sehingga diharapkan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus kesejahteraan petani di Kabupaten Malang. Bantuan ini disambut antusias oleh para kelompok tani yang hadir, karena dianggap sebagai langkah konkret dalam menjawab tantangan ketahanan pangan di tengah ancaman krisis pangan global dan naiknya harga kebutuhan pokok.

Ketua Departemen Petani dan Perkebunan PW GP Ansor Jawa Timur, H. Deni Prasetyo, menegaskan bahwa distribusi benih ini merupakan wujud nyata keberpihakan organisasi terhadap nasib petani sekaligus bentuk perlawanan terhadap ketergantungan pangan dari luar negeri.

“Gerakan Ansor tidak hanya bicara di ruang wacana, tetapi hadir langsung di tengah-tengah petani. Penyaluran 150 ton benih padi ini adalah bukti konkret bahwa pemuda harus menjadi motor penggerak ketahanan pangan. Kita tidak boleh membiarkan petani berjalan sendiri. Negara harus kuat karena pangan kita berdiri di atas keringat petani,” tegasnya.

Lebih lanjut, H. Deni menambahkan bahwa kolaborasi lintas organisasi antara GP Ansor dan BPP merupakan contoh sinergi yang harus terus diperkuat untuk menjawab tantangan zaman.

“Ketahanan pangan bukan hanya urusan pemerintah, melainkan agenda bersama seluruh elemen bangsa. Dari desa-desa seperti Tumpang inilah kita bangun pondasi kedaulatan pangan. Dengan benih unggul, pendampingan teknis, dan dukungan penuh dari masyarakat, kita optimis petani Kabupaten Malang akan menjadi garda depan ketahanan pangan Jawa Timur,” ujarnya.

Sementara itu, Sholihin, Ketua Pemuda Tani Kabupaten Malang, menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap program ini. “Bantuan benih dari GP Ansor Jawa Timur ini menjadi energi baru bagi gerakan petani muda di Malang. Kami melihat ada kepedulian nyata terhadap masa depan pertanian. Dengan dukungan benih unggul, kami para petani muda semakin yakin untuk terus bertahan, berinovasi, dan menjaga tanah serta sawah sebagai sumber kehidupan. Kami siap menjadi bagian dari garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan bangsa,” ungkapnya.

Penyerahan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada distribusi benih, tetapi juga akan dilanjutkan dengan program pendampingan, pelatihan, serta monitoring hasil panen. Dengan begitu, hasil panen yang lebih produktif dapat terjamin, sekaligus memastikan kesejahteraan petani semakin meningkat.

Agenda ini menandai langkah strategis PW GP Ansor Jawa Timur dalam meneguhkan diri sebagai organisasi kepemudaan yang tidak hanya bergerak dalam isu keagamaan dan kebangsaan, tetapi juga aktif dalam isu kerakyatan, khususnya pangan. Malang sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Timur dipilih sebagai titik awal, dengan harapan gerakan serupa dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya.