MALANG | PROJATIM.ID– Ketum DPP Projo Budi Arie Setiadi memberikan arahan secara langsung di konferda DPD Projo Jatim di Kota Malang Minggu (12/4/2026).
Dihadapan pengurus DPC 38 Kota/Kabupaten Se Jawa Timur, Budi Arie Setiadi mengingatkan bahwa Projo bukan lagi sebagai relawan. Akan tetapi sudah berubah menjadi gerakan Rakyat.
“Kami ingatkan Projo bukan relawan. Tapi sudah berubah menjadi gerakan Rakyat. Makanya slogannya Setia Digaris Rakyat sebagai jati diri Projo,” ucap Budi Arie Setiadi.
Budi Arie mengatakan PROJO ini lahir dari semangat gerakan rakyat. Untuk itu harus mentransformasikan diri. Sehingga harapannya PROJO bisa menjadi gerakan rakyat yang terus memberi manfaat yang terbaik buat nasib bangsa negara dan rakyat.
“Karena kita berharap Projo ini semakin bermanfaat bagi sumbangsih organisasi untuk kemajuan Indonesia ke depan,” katanya
Untuk itu, kata Budi Arie, apabila posisi rakyat mengalami gangguan maka disitu Projo harus bergerak untuk berjuang demi kepentingan rakyat.
Budi Arie menegaskan saat ini bangsa Indonesia mengalami fase ketidakpastian ekonomi global. Akan tetapi hal ini tidak hanya dialami Indonesia, akan tetapi juga banyak negara di dunia.
Untuk itu, Budi Arie meminta pengurus Projo jangan mudah terprovokasi.
Tak hanya itu, Budi Arie juga meminta pengurus Projo selalu mengedepankan untuk menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. Sehingga bangsa Indonesia tidak mudah terpecah belah.
Saat ini, lanjut Budi Arie merasa prihatin karena praktek adu domba anak bangsa kian marak.
Budi Arie memang tak menampik negara pasti mengalami masalah. Hanya saja, problematika harus disikapi dengan tetap mencari solusi terbaik.
Diakhir, Budi Arie menegaskan bahwa Projo akan terus mengawal program yang dicanangkan Presiden Prabowo-Gibran.
“Tetap kami akan kawal sampai selesai,” pungkasnya.
Sementara itu, di konferda DPD Projo Jatim terpilih secara aklamasi Mohammad Soleh.
Mohamad Soleh mengatakan dirinya akan fokus untuk penguatan internal dengan konsolidasi di setiap kota/kabupaten di Jawa Timur.
“Kami targetkan 100 hari tuntas untuk penataan di 38 kota/kabupaten,” pungkasnya. (Red/gus)
