PROBOLINGGO, Projatim.id – Kecamatan Gending resmi ditetapkan sebagai pilot project Bank Sampah dan Kewirausahaan berbasis sampah oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui TP PKK.
Peresmian pelatihan bagi warga dan pengelola Bank Sampah dilakukan oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo, Hj. Umi Haniah, mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo, Hj. Marisa Juwita Sari, SE, Kamis (12/2/2026), bertempat di Recreation Hall POH 1 Paiton.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari PT. POMI dan PT. Paiton Energy. Hadir pula tokoh masyarakat, pengelola Bank Sampah, perwakilan pesantren, serta berbagai organisasi keagamaan.
Dalam arahannya, Ning Hani menegaskan bahwa isu sampah harus dipandang secara luas karena berdampak pada kehidupan global.
“Persoalan sampah, perubahan iklim, pencemaran air dan tanah, serta menurunnya kualitas lingkungan hidup adalah tantangan nyata yang kita hadapi bersama,” ujar istri Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi AHZ.
Ia mengungkapkan, sejak 2018 dirinya telah terlibat aktif dalam pengelolaan sampah melalui Bank Sampah di Pesantren Nurul Jadid.
“Waktu itu Pomi datang ke Nurul Jadid, kemudian kami bersama-sama membangun Bank Sampah. Saat ini, bentuknya mungkin tidak seperti Bank Sampah formal, tapi alhamdulillah adik-adik santri, terutama yang putri, masih terus mengumpulkan sampah,” kata Ning Hani.
Menurutnya, hasil pengelolaan sampah kini dimanfaatkan sebagai pemasukan pesantren untuk kegiatan kebersihan, berbeda dengan sebelumnya yang langsung diberikan kepada santri. Selain itu, pengelolaan sampah secara produktif juga membuka peluang ekonomi bagi warga dan santri.
“Jadi uang Bank Sampahnya dipakai untuk kegiatan-kegiatan kebersihan. Ini luar biasa, saya ikut bangga dan senang sekali. Mudah-mudahan Gending bisa jadi pilot project,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, masyarakat Gending diharapkan mampu mengelola sampah secara produktif dan berkelanjutan.
“Dengan pelatihan ini, kita bukan hanya mengurangi sampah, tapi juga membangun kewirausahaan yang bermanfaat bagi warga. Semoga program ini bisa diperluas ke kecamatan lain di Kabupaten Probolinggo,” pungkas Ning Hani, menutup acara.





