Surabaya, Projatim.id – Pengurus Kerukunan Keluarga Kalimantan (K3) Jawa Timur memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya melalui kunjungan silaturahmi yang berlangsung di Ruang Tamu Kantor Wali Kota Surabaya.

Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk membangun kolaborasi antara komunitas warga Kalimantan di Jawa Timur dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendorong pembangunan berbasis keberagaman.

Rombongan K3 Jatim dipimpin Ketua Pembina H. Makmun Hasan, didampingi Anggota Pembina Dr. M. Ikhsan, Ketua Umum Ir. H. Musnadi Bachtiar, serta Ketua Harian Dr. Asmirin Noor bersama jajaran pengurus inti lainnya. Kehadiran mereka sekaligus memperkenalkan kepengurusan baru K3 Jatim periode 2025–2030.

Dalam sambutannya, Ketua Umum K3 Jatim menyampaikan empat tujuan utama kunjungan tersebut.

“Pertama, kami ingin mempererat silaturahmi antara K3 Jatim dengan Pemerintah Kota Surabaya. Kedua, memperkenalkan pengurus baru K3 Jatim periode 2025–2030 yang telah resmi terbentuk,” ujarnya. Rabu (01/04/2026).

Ia menambahkan, pihaknya juga mengundang Wali Kota Surabaya untuk hadir dalam agenda Halal Bihalal dan pelantikan pengurus K3 Jatim yang dijadwalkan pada 11 April 2026.

“Ketiga, kami ingin memastikan kehadiran Bapak Wali Kota pada kegiatan Halal Bihalal dan Pelantikan Pengurus K3 Jatim. Keempat, kami menyampaikan kesiapan K3 Jatim untuk mendukung program-program Pemerintah Kota Surabaya,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Eri Cahyadi menyambut positif inisiatif K3 Jatim. Ia menilai keberagaman yang ada di Surabaya merupakan kekuatan penting dalam membangun kota yang inklusif.

“Saya sangat mengapresiasi kunjungan dari pengurus K3 Jatim ini. Kota Surabaya adalah kota yang majemuk, dan keberagaman adalah kekuatan kita. Saya berharap K3 Jatim dapat menjadi wadah yang efektif untuk menampung aspirasi warga Surabaya yang berasal dari Kalimantan,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai peluang kolaborasi turut dibahas. Di bidang budaya dan seni, Pemkot Surabaya membuka peluang partisipasi K3 Jatim dalam berbagai event budaya yang telah menjadi kalender rutin kota.

Sementara di sektor kuliner, pemerintah kota tengah merancang pengembangan festival kuliner Nusantara.

“Kuliner Nusantara sangat kaya dan unik. Kami ingin memperkenalkan serta memfasilitasi berbagai masakan khas dari beragam suku di Surabaya, termasuk dari Kalimantan,” jelasnya.

Tak hanya itu, kolaborasi juga terbuka di bidang olahraga dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, keterlibatan komunitas seperti K3 Jatim akan memperkaya kehidupan sosial warga kota.

“Pemerintah Kota Surabaya sangat terbuka dengan berbagai inisiatif yang dapat memperkaya kehidupan sosial dan budaya. Kolaborasi ini akan semakin memperkuat posisi Surabaya sebagai kota yang inklusif dan menjunjung tinggi keberagaman,” tegasnya.

Sebagai informasi, K3 Jatim akan menggelar Halal Bihalal dan pelantikan pengurus pada Sabtu, 11 April 2026, di Islamic Centre Surabaya.

Kegiatan tersebut juga akan dimeriahkan dengan berbagai doorprize menarik, termasuk hadiah utama berupa ibadah umrah bagi peserta yang beruntung.

Sementara itu, Ketua Pembina K3 Jatim menyampaikan harapan agar silaturahmi ini menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan.

“Kami siap menjadi mitra strategis dalam membangun Surabaya yang lebih maju, harmonis, dan pluralis,” pungkasnya.