Kabarjatim.id | Pasuruan — Gedung Roudhotul Ma’ruf Bangil dipenuhi semangat dan optimisme ratusan kader muda Nahdlatul Ulama pada Sabtu malam, 8 Desember. Dalam forum yang berlangsung hangat tersebut, Anggota MPR RI, Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag, hadir memberikan pembekalan sekaligus dorongan moral bagi Angkatan Muda NU (AMNU) Bangil agar siap menjadi pelopor perubahan di tengah dinamika zaman.
Dalam pemaparannya, Anisah Syakur menekankan bahwa generasi muda NU memegang peran strategis sebagai penjaga nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan peradaban yang telah lama menjadi fondasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa AMNU tidak hanya bertugas melanjutkan estafet organisasi, tetapi harus tampil sebagai motor perubahan yang mampu membaca tantangan zaman dan menjawabnya dengan inovasi, kecakapan, dan akhlak yang kuat.
“Dunia bergerak sangat cepat. Transformasi digital, perubahan ekonomi global, hingga dinamika sosial-politik menuntut generasi muda untuk adaptif. Angkatan Muda NU tidak boleh hanya menjadi penonton. Kalian harus menjadi aktor yang mengarahkan perubahan itu. NU memiliki modal tradisi, ilmu, dan jejaring gunakan itu untuk kemaslahatan,” tegasnya.
Anisah juga menegaskan bahwa nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah adalah fondasi yang harus terus dirawat oleh para kader muda. Sifat moderat, cinta tanah air, dan semangat toleransi menurutnya harus menjadi karakter utama di tengah meningkatnya tantangan ideologi dan polarisasi di ruang publik. “Angkatan Muda NU harus menjadi perisai peradaban. Kalian inilah generasi yang menentukan warna masa depan bangsa,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, ia turut mengajak AMNU Bangil untuk lebih serius mengembangkan kapasitas diri di berbagai sektor—pendidikan, keilmuan, ekonomi kreatif, hingga kepemimpinan sosial. Menurutnya, pembangunan daerah seperti Pasuruan dan Bangil membutuhkan kontribusi pemuda NU yang terdidik, progresif, dan memiliki visi masa depan yang jelas.
Anisah Syakur juga memberikan apresiasi kepada para penggerak AMNU Bangil yang konsisten menjaga gerakan dan kaderisasi. Ia menilai forum semacam ini menjadi wadah penting untuk memperkuat solidaritas, memperluas wawasan, dan meneguhkan komitmen para kader terhadap perjuangan organisasi.
Menutup pesannya, Anisah berharap Angkatan Muda NU Bangil mampu menjadi generasi yang tangguh menghadapi cepatnya perubahan zaman tanpa kehilangan identitas dan akar tradisi yang diwariskan para ulama. “Masa depan NU dan bangsa ada di tangan generasi muda yang berani tampil dan mengambil peran,” tutupnya.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi AMNU Bangil untuk mempertegas arah gerakan sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa tantangan masa depan membutuhkan kader muda yang berintegritas, berdaya saing, dan siap berkontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.
